Liverpool Lebih Diunggulkan pada Laga vs Cardiff City

Liverpool yang memperlihatkan tren positif pada kompetisi-kompetisi kendang jelang pertandingan dengan Cardiff City. Anfield yang tengah angker bagi tim tamu.
Kompetisi yang mempertemukan antara Liverpool dengan Cardiff pada minggu kesepuluh ajang pertandingan Premier League tersebut bergulir pada hari Sabtu (27/10/2018) malam WIB. Dengan melihat antara laju kedua tim sampai saat ini, The Reds yang dijagokan dalam mengantongi poin penuh.
Tim didikan Juergen Klopp tersebut belum pernah mengalami kekalahan pada sembilan kompetisi yang dijalani dan tengah bersaing ketat dari tim Manchester City yang menghuni di posisi papan atas. Liverpool juga tidak mengalami kekalahan di 25 kompetisi kandang terakhir di ajang pertandingan Premier League.
Selain itu, Liverpool yang tak pernah mengalami kejebolan pada sembilan kompetisi kandang terakhirnya. Si Merah menorehkan sebanyak tujuh kemenangan dan dua kali imbang. Yang mengartikan, The Reds sudah menjalani 841 menit tanpa mengalami kejebolan. Perolehan rekor terbaiknya ialah selama 934 menit.
Kedua tim dipertemukan pada dua kali di ajang pertandingan Liga Inggris musim 2013-2014, Si Merah berhasil meraih kemenangan 3-1 dan 6-3. Trofi terakhir yang diperoleh oleh Liverpool yaitu Piala Liga Inggris 2012 juga terjadi pada saat menyingkirkan Cardiff pada babak final melalui adu penalti.
Cardiff juga cuma meraih kemenangan dua kali dari 23 kompetisi tandang terakhir di ajang pertandingan Premier League. Fakta ini membuat Si Merah kian diunggulkan dalam merebut poin full.

Kondisi Real Madrid Tanpa Adanya Cristiano Ronaldo

Setelah ditinggal Cristiano Ronaldo, Real Madrid mengalami kesusahan dalam menjebolkan gol pada awal musim ini. Mantan presiden Madrid, Roman Calderon mengecam keputusan menjual pemain bintang Ronaldo.
Sang pemain bintang asal Portugal tersebut dibeli dari Madrid ke Juventus dengan nilai transfer mecapai EUR 100 juta di musim panas. Ronaldo yang pergi dari Santiago Bernabeu dengan telah mencatatkan torehan 450 gol selama sembilan musim. Ronaldo merupakan salah satu pemain penting Madrid yang sudah meraih empat trofi Liga Champions, pada lima tahun terakhir.
Setelah ditinggal pergi oleh Ronaldo, Madrid yang pada mulanya tak mengalami kekalahan pada enam kompetis pertamanya setelah dikalahkan Atletico Madrid pada ajang Piala Super Eropa. Akan tetapi, semenjak kemenangan tipis melawan Espanyol 1-0 Madrid mengalami kejeblokan.
El Real yang tengah alami puasa kemenangan pada lima kompetisi selanjutnya, termasuk mengalami sebanyak empat kekalahan. Yang lebih kacau lagi, Madrid yang mengalami melempem di depan gawang dengan delapan jam lamanya. Laju yang menyebabkan Madrid dinilai merindukan sosok Ronaldo.
Calderon memberikan ide memboyong Ronaldo ke Madrid sebelum akhirnya mundur di tahun 2009, sekalipun sang pemain baru datang setelah Florentino Perez berkuasa. Bagi Calderon, laju buruk Madrid bertambah parah sebab tak adanya pemain pengganti yang sepadan dengan Ronaldo.
“Saya rasa dengan menjual Ronaldo sampai saat ini ialah sebuah kesalahan terbesar, sebuah kesalahan yang sangat bersejarah yang susah untuk dimengerti,” cetus Calderon.
“Dan tanpa adanya pengganti! Tak mungkin dalam menemukan seorang pemain pengganti semacam Ronaldo, maka itu merupakan sebuah kesalahan yang terbesar.”
“Jika Anda melihat hasil dana jual sebanyak EUR 100 juta yang kami terima sudah dipakai dengan membeli dua pemain, sebagaimana satu di Brasil, Rodrygo, dan yang satunya lagi Vinicius Jr bermain di Castilla yang merupakan tim reserved Madrid, hal tersebut merupakan hal yang teraneh.”
Usai menorehkan sebanyak 21 gol untuk Lyon di 2017/18, Mariano akhirnya pulang ke Madrid. Striker berumur 25 tahun tersebut mewarisi nomor seragam 7, yang sebelumnya dipakai oleh Ronaldo. Akan tetapi, pada musim ini Mariano baru menorehkan sebanyak satu gol pada 10 performanya.
“Saya memiliki seluruh hormat untuk Mariano, namun saat ini dirinya memiliki banyak hal untuk diperlihatkan hingga dirinya mencapai level Cristiano,” lanjut Calderon.

Barcelona Jalani Kompetisi Tanpa Ronaldo dan Messi

Barcelona yang bakal menjalani kompetisi dengan berhadapan dengan tim Real Madrid yang sebagaimana kompetisi digelar di El Clasico pada akhir minggu ini. Berikut ialah prediksi dari kompetisi versi penyerang Atletico Madrid, Antoine Griezmann.
Barcelona yang bakal jalani kompetisi melawan Madrid di Camp Nou, pada hari Minggu (28/10/2018) dalam El Clasico pada minggu ke-10 ajang pertandingan Liga Spanyol. Lionel Messi yang tak akan ikut serta pada kompetisi genting tersebut.
Kalau Madrid sekarang ini tidak dapat memainkan Cristiano Ronaldo karena sudah dijual, Barcelona juga tidak dapat memainkan Messi. Yang merupakan pemain bintang ini tengah menderita cedera patah tulang lengan sebagaimana diderita pada akhir minggu kemarin.
Griezmann, yang merupakan penyerang Atletico Madrid, memperkirakan jalannya kompetisi sengit tersebut yang sekarang banyak dinyatakan kehilangan greget. Dirinya yang meyakini kompetisi bakal tetap menarik untuk disaksikan.
“Ini bakal menjadi sebuah kompetisi yang sangat hebat sebagaiamana sama halnya pada seluruh kompetisi El Clasicos. Sangat disayangkan Messi tak dapat diturunkan Barca, namun mereka masih memiliki pemain lainnya dalam memenangkan kompetisi,” papar Griezmann.
“Sedangkan Madrid memerlukan kemenangan agar dapat naik di posisi klasemen. Ini bakal menjadi sebuah kompetisi yang sangat bagus untuk dinyaksikan,” ungkapnya.
Dengan datang ke El Clasico, Barcelona yang akan bertindak menjadi sang penguasa klasemen sementara dengan mengantongi sebanyk 18 poin dari sembilan kompetisi yang telah dilakoni. Sedangkan Madrid pada posis ketujuh dengan mengantongi sebanyak 14 poin.

Tanpa Messi Barcelona Tetap Diwaspadai

Barcelona tidak dibela oleh Lionel Messi ketika menjalani kompetisi kontra Real Madrid. Walaupun begitu, mereka tetap dianggap sebagai sebuah tim yang oke.
Barcelona kontra Real Madrid bakal dilangsungkan pada hari Minggu (28/10/2018) malam WIB. Laga El Clasico yang pertama pada musim ini bakal digelar di Camp Nou.
Messi yang masih menjadi patokan utama bagi Barcelona dalam membobol gawang tim rival pada musim ini. Pada ajang pertandingan La Liga, Messi menorehkan sebanyak tujuh gol.
Tidak hanya hebat dalam menjebol gawang rival, Messi juga sangat hebat dalam memberi assist. Sudah sebanyak lima assist telah diciptakan oleh pemain dengan bernomor punggung 10 tim Catalan tersebut.
Manajer Madrid, Julen Lopetegui, tidak memandang jika tidak adanya Messi ketika kompetisi lawatan Los Blancos ke markas Barcelona menjadi sebuah keuntungan. Barcelona tetap dianggap sebagai sebuah tim yang berbahaya. Masih terdapat pesepakbola semacam Luis Suarez dan Philippe Coutinho di tim El Barca.
“Kami cuma berfokus terhadap diri sendiri ketika menjalani kompetisi, dan juga mewaspadai tim yang kami lawan,” papar Lopetegui.
“Kami bakal mencoba untuk memaksimalkan kekuatan kami dan sungguh-sungguh bermain dengan maksimal. Pada kompetisi semacam ini, kami mesti memperlihatkan penampilan yang terbaik pada seluruh area, baik di lini serang maupun pertahanan.”
“Mereka ialah sebuah tim dengan bermain sangat oke yang terlepas adanya seorang pemain yang dapat ikut bertanding maupun tidak,” sambung dia.

Ruben Loftus-Cheek Tampil Impresif di Chelsea vs BATE Borisov

Ruben Loftus-Cheek menjalani kompetisi dengan mengesankan ketika Chelsea membantai BATE Borisov pada kompetisi ajang Liga Europa. Sang pemain gelandang berumur 22 tahun tersebut berhasil menorehkan hat-trick.
Chelsea berhasil kalahkan BATE 3-1 pada kompetisi yang digelar di Stammford Bridge, London, pada hari Jumat (26/10/2018). Seluruh gol yang diraih oleh The Blues dicetak Loftus-Cheek, yang menjadi pemain starter pada kompetisi itu.
Loftus-Cheek yang berhasil menjebolkan bola di pertandingan menit ke 2, ke-8 dan menit ke-54. Dan juga terdapat satu gol milik tim rival yang dijebolkan oleh pemain Aleksey Rios di menit ke-79.
Bagi Loftus-Cheek, hat-trik ini menjadi hat-trik perdananya sebagai pesepakbola profesional. Sejumlah torehan golnya ke gawang BATE juga mengakhiri puasa golnya di tim Chelsea.
Sebagaimana yang telah dilandir, terakhir kali Loftus-Cheek mencetak gol kepada tim Chelsea di bulan April 2016. Yang mengartikan, dirinya sudah puasa gol selama dua tahun lamanya.
Dan lainnya, Loftus-Cheek yang menjadi pesepakbola pertama Chelsea yang berhasil torehkan hat-trick pada kompetisi Eropa dalam durasi waktu 12 tahun akhir-akhir ini. Terakhir, Didier Drogba yang menorehkannya ke gawang Levki Sofia di bulan September 2006.
Tiga gol yang disarangkan ke gawang BATE seakan menjadi kesimpulan dengan performa Loftus-Cheek yang termasuk berhasil bermain sempurna pada kompetisi dini hari tadi. Dirinya membuat 103 sentuhan, sebanyak 75 umpan sukses (95%), sebanyak 7 kali merebut bola, mengirimkan sebanyak 5 shot 4 yang berhasil tepat sasaran, dan membuat 3 kesempatan.
Tidak heran, setelah kompetisi selesai dirinya mendapatkan banyak sanjungan dari setinggi dari Maurizio Sarri. Sang pelatih merasa sangat senang karena Loftus-Cheek kelihatan dapat menyesuaikan diri ke dalam strategi racikannya.
“Kami memiliki empat gelandang dan tiga di antaranya memiliki karakter yang serupa. Mereka ialah pemain gelandang serang, cuma satu yang berbeda. Kante ialah sang gelandang bertaan,” ujar Sarri.
“Maka sangat susah dalam memposisikan di starting XI dua gelandang dengan karakter yang serupa. Kami memiliki masalah strategi dengan gelandang.”
“Pada awal musim, dirinya merupakan pemain yang sangat bagus dan kini dirinya ialah pesepakbola yang oke yang lebih cocok dengan gaya bermain sepakbola saya,” tegasnya.
Sedangkan Loftus-Cheek sendiri mengatakan dirinya merasa senang dapat mencatat milestone tersendiri. “Ini merasa sangat baik. Saya memasuki ruang ganti dan para pemain memberi saya tepuk tangan dan bersorak,” ungkapnya.

AC Milan Kalah Lawan Real Betis 1-2

AC Milan yang dikalahkan oleh Real Betis dengan perolehan skor 1-2 pada kompetisi grup Liga Europa. Pemain bek yang sekaligus menjabat sebagai kapten Milan Alessio Romagnoli tidak meyangkal jika skuadnya menjalani kompetisi dengan sangat buruk.
Dengan menjalani kompetisi yang dilangsungkan di San Siro, pada hari Jumat (26/10/2018) dinihari WIB, Rossoneri malah tertinggal dua gol terlebih dulu. Sang gelandang Betis Giovanni Lo Celso berhasil menginspirasi skuadnya dengan mencetak satu gol dan satu assist.
Betis yang menjadi pembuka keunggulan pada menit ke-30 melalui torehan gol Antonio Sanabria. Keunggulan tersebut berhasil dipertahankan hingga jeda turun minum, sedangkan Milan sekalipun gagal menorehkan shot on target. Pada awal babak kedua, Betis berhasil menggandakan skor dari gol cetakan Lo Celso.
Baru pada menit ke-15 terakhir, Milan mempertunjukkan perlawanan. Sami Castillejo hampir memperkecil ketinggalan usai tembakannya dari luar kotak menyentuh mistar gawang Betis.
Milan yang akhirnya menorehkan gol balasan pada menit ke-83 dalam merubah perolehan skor menjadi 1-2. Umpan Castillejo diakhiri oleh Patrick Cutrone walau tidak dapat menghindarkan tim tuan rumah dari kekalahan.
Hasil ini menandai kekalahan kedua secara berturut-turut yang dialami oleh Milan, setelah dikalahkan Inter Milan 0-1 (21/10). Il Diavolo Rosso sekarang ini berada pada posisi kedua klasemen sementara Grup F dengan mengantongi sebanyak enam poin, yang berselisih satu angka dari Betis yang ada di posisi puncak dan berhasil unggul dua poin dari Olympiakos yang menghuni di peringkat ketiga.
“Kami memberikan hadiah kepada mereka pada menit ke-75 sebab kami menjalani kompetisi dengan buruk dan semestinya dapat melakukan yang lebih,” kata Romagnoli. “Kami mesti melakukan yang lebih jauh semenjak hari Minggu.”
“Ini merupakan sebuah masa sebagaimana segalanya tak ada yang berlangsung dengan benar. Kami memiliki pekerjaan yang harus dilakukan.”
Milan bakal menjalani kompetisi dengan melawan Sampdoria pada akhir minggu ini pada kompetisi lanjutan Liga Italia.

Unai Emery Mencari Solusi Memperbaiki Kebiasaan Buruk Arsenal

Pelatih Arsenal Unai Emery memberi catatan setelah berhasil meraih kemenangan melawan Sporting CP. Dirinya memperhatikan kebiasaan Arsenal yang baru saja memperbaiki penampilannya pada kompetisi babak kedua.
Arsenal meraih kemenangan dengan perolehan skor 1-0 ketika kompetisi tandang ke kendang Sporting di matchday 3 Liga Europa. Gol semata wayang milik Arsenal pada kompetisi yang digelar di Estadio Jose Alvalade, pada hari Jumat (26/10/2018) dini hari WIB, berhasil ditorehkan oleh Danny Welbeck.
Perform dengan dominan, Arsenal mengalami kesusahan dalam membuat peluang bersih, khususnya pada babak pertama. Kebuntuan yang dialami oleh Arsenal baru berhasil dipecahkan pada menit ke-78 setelah Welbeck berhasil memanfaatkan kesalahan Sebastian Coates.
Bukan kali pertama Arsenal baru berhasil mencetak gol pada babak kedua. Ketika meraih kemenangan 3-1 kontra Leicester City pada ajang kompetisi Liga Inggris pada akhir minggu kemarin, The Gunners kejebol terlebih dahulu pada menit ke-31. Usai menyetarakan perolehan skor pada akhir babak pertama, Arsenal setelah itu menjebolkan dua gol pada paruh kedua.
Pada catatan statistk yang dilansir, sebanyak total 33 gol yang telah diraih Arsenal pada seluruh pertandingan pada musim ini, sebanyak 23 di antaranya berhasil dijebolkan pada babak kedua. Hal tersebut mengartikan jika sebanyak 70% dari total gol Arsenal.
Dengan kebiasaan telat panas tersebut pun menjadi yang diperhatikan oleh Emery. Dirinya sadar jika mesti secepatnya mendapatkan solusi supaya skuadnya perform dengan sama bagusnya pada kedua babak.
“Pada tiap kompetisi ialah sebuah peluang besar dalam melakukan perbaikan dan salah satunya ialah ini. Kami membahas mengenai masalah ini sebelum menjalani kompetisi,” papar Emery.
“Pada saat kami di ruang ganti dalam jeda istirahat, kami membahasnya dan mengatakan, ‘oke hari ini juga kita tak dapat mengeluarkan permainan pada 45 menit pertama, namun pada babak kedua kami memiliki peluang dalam merubah hasil dan terus melaju, hanya berpikir mengenai perolehan kemenangan dan melakukan perbaikan pada babak kedua’.”
“Dan saya memikirkannya jika tim melakukannya pada 45 menit babak kedua. Namun kami mesti terus menemukan solusi supaya pada babak pertama jauh lebih baik,” katanya.

Kemenangan Beruntun Arsenal Dalam Kemenangan Atas Sporting CP

Arsenal yang meneruskan perolehan kemenangannya setelah mengalami kekalahan dari tim Sporting CP di Liga Europa. Perolehan kemenangan milik Arsenal telah mencapai angka 11.
Arsenal berhasil meraih poin full ketika jalani kompetisi tandang ke kendang Sporting di matchday 3 Liga Europa. Dengan menjalani kompetisi yang digelar di Estadio Jose Alvalade, pada hari Jumat (26/10/2018) dini hari WIB, Arsenal berhasil meraih kemenangan dengan perolehan skor 1-0 yang dijebolkan oleh Danny Welbeck.
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan ke-11 yang diraih Arsenal dengan beruntun pada seluruh ajang pertandingan semenjak akhir Agustus. Yang dicatat oleh Opta, kemenangan tersebut ialah rentetan kemenangan paling Panjang yang diraih oleh Arsenal semenjak Oktober 2007. Ketika itu mereka berhasil meraih kemenangan dengan sebanyak 12 kompetisi secara beruntun.
Arsenal sekarang ini memerlukan tiga kemenangan lagi guna dalam menyetarakan rekor kemenangan secara berturut-turut yang pernah mereka raih. Rekor kemenangan secara berturut-turut yang pernah dicetak The Gunners ialah sebanyak 14 kompetisi secara beruntun yang dicatatkan di bulan September-November 1987.
Akan tetapi, pelatih Arsenal, Unai Emery, tidak mau timnya berpikir terlalu jauh mengenai perolehan rekor itu. Dirinya meminta Pierre-Emerick Aubameyang dengan rekan setimnya agar berfokus dalam menjalani komeptisi satu per satu.
“Tiga kompetisi, itu banyak. Kami hanya berpikir mengenai kompetisi selanjutnya kontra Crystal Palace. Kami juga menikmati tiap-tiap momen dengan fans kami,” papar Emery.
“Saya menikmati dalam menjalani pekerjaan ini, proses kami. Para fans memiliki tuntutan tinggi sebab di tiap kompetisi tak gampang bagi kami.”
“Secara historis ini sebenarnya sangat sulit bagi kami dan saya mengetahui hal tersebut. Kami berpikir mengenai perolehan tiga poin di Crystal Palace namun kami mengetahui sangat sulit dalam meraih kemenangan di sana. Bagi kami, menang lagi ialah apa yang kami inginkan, namun kami mengetahui hal tersebut tak gampang dan kami dapat mengalami kekalahan,” imbuh Emery.
Meraih kemenangan melawan Sporting, Arsenal kokoh menghuni di posisi puncak klasemen Grup E dengan mengantongi sebanyak sembilan poin dari tiga kompetisi yang sudah dilakoni.

Jalannya Pertandingan Kemenangan Chelsea Atas BATE Borisov

Chelsea yang memperoleh kemenangan yang ketiga di fase grup Liga Europa. Dengan menjalani kompetisi melawan tim Belarusia BATE Borisov, Chelsea berhasil meraih kemenangan yang meyakinkan dengan perolehan skor akhir 3-1.
Di kompetisi Grup L yang digelar di Stamford Bridge, pada hari Jumat (26/10/2018) dinihari WIB, sang pemain gelandang Chelsea Ruben Loftus-Cheek yang menjadi pemain pembeda. Pemain Inggris tersebut berhasil membuat hat-trick.
The Blues yang berhasil unggul dari BATE dua gol cuma dalam 10 menit pertama. Sementara gol ketiga Chelsea berhasil ditorehkan pada awal babak kedua. Gol hiburan BATE berhasil dijebolkan oleh Alexei Rios pada menit ke-79.
Dengan perolehan kemenangan ini, Chelsea kokoh menghuni di posisi puncak klasemen setelah memperoleh sebanyak sembilan poin. Si Biru berhasil meraih keunggulan sebanyak enam angka dari BATE (2), PAOK (3), dan Vidi (4), yang secara bersamaan mengantongi tiga poin.
Chelsea yang menjadi pembuka keunggulan ketika kompetisi baru saja berlangsung selama dua menit. Davide Zappacosta berakselerasi pada sayap kanan sebelum mengirimkan umpan tarik menuju ketengah kotak penalti. Loftus-Cheek mengirmkan tembakan kaki kanan yang berhasil disarangkan ke gawang BATE.
Cuma berselang enam menit, Si Biru sukses memperbesar perolehan skor. Dan Loftus-Cheek berhasil mencetak gol lagi.
Dari kondisi bola mati, Willian mengambil sepak pojok. Bola yang mendarat pada kotak penalti, yang diakhiri oleh pemain dengan nomor punggung 12 tersebut dengan sontekan dari jarak dekat dalam merubah skor menjadi 2-0.
Usai jeda turun minum, Loftus-Cheek mencetak gol dengan dilengkapi hat-trick pada menit ke-53. Bekerja sama dengan Pedro Rodriguez, Loftus-Cheek mengakhirinya dengan tendangan terukur yang tak sanggup dihalau oleh penjaga gawang Denis Scherbitski.
Gol balasan Bate terjadi pada menit ke-79. Dari sepakan bebas Igor Stasevich, Rios dengan gampang menyambar bola dari mulut gawang ketika merampasnya dari Kepa Arrizabalaga.

Sevilla Waspadai Kompetisi Kontra Barcelona

Sevilla bakal berhadapan dengan tim Barcelona di ajang pertandingan Liga Spanyol pada akhir minggu ini. Walau laju Barcelona tengah mengalami masalah, Sevilla bakal tetap berhati-hati.
Sevilla bakal menjalani kompetisi tandang ke Camp Nou pada minggu kesembilan Liga Spanyol, hari Minggu (21/10/2018) dini hari WIB. Pertandingan ini bakal menjadi pertarungan antara dua tim teratas pada ajang prtandingan klasemen Liga Spanyol sekarang ini.
Sevilla yang menghuni di posisi puncak klasemen dengan mengantongi sebanyak 16 poin dari delapan kompetisi yang telah dilakoni, berhasil meraih keunggulan sebanyak satu angka dibanding Barcelona. Mereka yang berhasil naik ke peringkat puncak usai Barelona gagal meraih kemenangan pada empat pertandingan terakhirnya.
Barcelona hanya memperoleh sebanyak tiga poin dari empat kompetisi terakhirnya di ajang Liga Spanyol. Lionel Messi dengan rekan setimnya mendapatkan hasil tiga hasil seri dan satu kali kekalahan.
Walau begitu, Sevilla tidak bakal menganggap remeh kompetisi kontra Barcelona pada akhir minggu ini. Sebagaimana, menurut pemain bek Sevilla Aleix Vidal, Barcelona tetap memiliki para pemain yang berbahaya.
“Kompetisi ini masih memiliki nilai tiga poin, namun kami jalani kompetisi tandang ke stadion yang amat susah, sebagaimana kompetis terasa sangat panjang bagi tim tamu jika tak konsentrasi dengan maksimal,” papar Vidal.
“Mereka memiliki para pemain yang bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tangkas walau tengah menjalani fase kompetisi dan musim yang tak oke,” sambung eks pemain Barcelona itu.
“Kami ke sana untuk menjalani duel, yang mencoba untuk menjalani kompetisi dengan oke dan akan menorehkan gol agar tetap menghuni di posisi puncak.”
“Mereka yang kehilangan para pemain di lini belakang, namun mereka memiliki banyak pilihan dalam menyelesaikan masalah dan menghadapi kemungkinan adanya perubahan disana. Mereka juga bermain dengan lebih banyak melakukan penyerangan dibanding dengan bertahan,” imbuhnya.