Bayern Munich Diyakini Akan Kembali Bangkit

Bayern Munich yang sempat menjalani tren negatif yang menyebabkan mereka terlempar di Liga Jerman. Walau begitu, Bayern dianggap sanggup untuk kembali bangkit.
Start Bayern pada awal musim 2018/2019 tidak berjalan dengan mulus. Sempat meraih kemenangan pada empat kompetisi pertama di ajang pertandingan Liga Jerman, Bayern setelah itu tercecer dan tak meraih kemenangan pada tiga kompetisi secara berturut-turut.
Pada tiga kompetisi itu, (dengan berhadapan dengan tim Augsburg, Hertha Berlin, dan Borussia Moenchengladbach), Bayern yang bertanding dengan satu hasil seri dan mengalami dua kali kekalahan. Kalah atas Gladbach pada minggu ketujuh sempat menyebabkan Bayern tercecer hingga ke posisi keenam klasemen.
Akan tetapi, Bayern secara perlahan kembali pada jalur positif. Thomas Mueller dengan rekan setimnya secara beruntun meraih kemenangan melawan Woflsburg dan Mainz di Liga Jerman.
Perolehan hasil itu berhasil membuat Bayern naik ke posisi kedua klasemen dengan mengantongi sebanyak 19 poin. Mereka sekarang hanya berselisih dua angka dari Borussia Dortmund yang masih belum mengalami kekalahan dan menghuni di posisi puncak klasemen.
Eks pemain Dortmund, Sebastian Kehl, memperkirakan jika Bayern akan meneruskan kebangkitannya. Oleh sebab itu, Bayern dinyatakan masih menjadi tim favorit juara.
“Masalah yang tengah dialami oleh Bayern takkan berlanjut hingga akhir musim,” papar Kehl. “Mereka bakal terus bertanding dan terus menjadi tim favorit dalam meraih kejuaraan, takkan ada yang bakal berubah. Musim ini masih sangat panjang,” kata eks pemain yang membela Dortmund pada 2002-2015 itu.

Napoli vs AS Roma Berakhir Imbang 1-1

Napoli dapat memaksakan hasil seri dengan skor 1-1 ketika menjalani kompetisi melawan AS Roma di minggu ke-10 Liga Italia. Gol telat yang dicetak oleh Dries Mertes berhasil menyelamatkan Partenopei dari kekalahan.
Dengan bermain di kompetisi yang digelar di San Paolo, Senin (29/10/2018) dini hari WIB, AS Roma dapat meraih keunggulan terlebih dahulu pada babak pertama. Pada kompetisi menit ke-14, tim tamu berhasil menjebol gawang Napoli.
Bermula dari umpan tarik Cengiz Under, Edin Dzeko melakukan gerak tipu yang akhirnya bola tetap sampai ke Stephan El Shaarawy. Dirinya pun melakukan sepakan yang membuat bola masuk bersarang ke gawang, walau sempat membentur mistar.
Napoli tidak hanya diam. Tuan rumah dapat melakukan sejumlah percobaan melalui Marek Hamsik, Arek Milik, Jose Callejon, dan Allan dalam menyetarakan perolehan skor. Akan tetapi sampai jeda istirahat, keunggulan Roma masih tetap bertahan.
Pada babak kedua, Napoli memainkan Dries Mertens yang menjadi pengganti Milik. Usaha menekan pun terus dilakukan, akan tetapi pertahanan Roma cukup disiplin dalam menggagalkan serangan Il Partenopei.
Penekanan terus dilakukan, usaha Napoli baru berbuah hasil pada menit akhir. Di menit ke-90, skema serangan cantik dapat diakhiri dengan baik oleh Mertens.
Bermula dari crossing Lorenzo Insige pada sisi kiri, bola gagal ditendang dengan sempurna oleh Callejon. Bola liar tersebut lantas langsung dimanfaatkan Mertens dalam membobol gawang Roma. Perolehan skor 1-1 mengakhiri kompetisi.
Tambahan satu angka berhasil membuat Napoli tetap menghuni di posisi kedua dengan mengantongi sebanyak 22 poin dari 11 kompetisi yang telah dilakoni, berselisih enam poin dari Juventus yang ada di posisi puncak klasemen. Sedangkan Roma tetap berada di peringkat kedelapan dengan mengantongi 15 poin.

Liverpool Tetap Fokus Menatap Laga vs Arsenal

Dengan menghuni di posisi puncak klasemen walau hanya sementara tidak akan membuat Liverpool jemawa. Karena musim masih panjang dan segala hal mungkin saja dapat terjadi. Fokus Si Merah sekarang ini ialah kompetisi berhadapan dengan Arsenal pada minggu depan.
Liverpool yang kini menjadi penguasa puncak sementara usai meraih kemenangan dengan perolehan skor 4-1 atas Cardiff City di Anfield, pada hari Sabtu (27/10/2018) kemarin. Ini merupakan kemenangan kedua secara beruntun milik liverpool usai bertanding hasil seri pada dua kompetisi sebelumnya.
Dengan berjumlah 26 poin diraih Liverpool, berhasil unggul sebanyak tiga angka dari Manchester City yang baru bertanding di dinihari WIB nanti di markas Tottenham Hotspur. Ini merupakan start terbaik klub tersebut di ajang Premier League.
Wajar kalau para supporter dan pengamat mulai memprediksikan Liverpool menjadi calon kuat rival City. Namun, hal tersebut diyakini tidak akan menyebabkan Liverpool di atas angin sebab musim baru berlangsung sepertiganya.
Ujian sebenarnya baru bakal dijalani pada periode sibuk selama bulan November sampai dengan awal Januari yang dapat menguras fisik dari para pesepakbola. Oleh sebab itu, pelatih Juergen Klopp meminta agar para pemainnya dapat tetap fokus full dalam menjalani kompetisi demi kompetisi, yang juga meliputi ketika jalani kompetisi ke Emirates Stadium pekan depan dengan melawan Arsenal yang tengah on fire.
“Dengan total poin-lah yang bakal menjadi pembeda,” papar Klopp. “Sebab selisih antara 23 poin dengan 26 poin semacam 20 angka, sangatlah banyak! Menjadi sebuah hal yang sangat penting dalam tetap berada pada jalur kemenangan,” lanjutnya.
“Kami bakal saling bertemu dari satu sama lain, sangat susah untuk dipercaya pada saat terdapat lima-enam klub memiliki poin banyak, namun hal tersebut menyebabkan persaingan menjadi lebih ketat.”
“Ini sangatlah oke bagi para pemain dan juga para fans dari semua klub. Kami meraih kemenangan dan itu bagus, namun bagi kami itu sudah oke.”
“Sekarang ini kami mesti memulihkan diri, kemudian mempersiapkan diri dalam jalani kompetisi melawan Arsenal, yang sebagaimana hal tersebut akan menjadi sebuah tantangan menyenangkan lainnya,” tutup Klopp.

Kemenangan Telak Barcelona Atas Real Madrid

Pemain bek Barcelona, yakni yang bernama Jordi Alba sangat senang setelah kemenangan telak dengan perolehan skor 5-1 kontra Real Madrid. Menurut dia, perolehan kemenangan kala melawan Madrid rasanya semacam menjuarai kompetisi ajang Liga Champions.
Dengan menjalani kompetisi yang digelar di Camp Nou, pada hari Minggu (28/10/2018), Alba yang menjadi salah satu pemain yang bermain dengan apik milik Blaugrana. Dengan melakukan 95 sentuhan pada kompetisi itu, Alba yang membantai pada sisi kanan pertahanan Los Blancos dengan mengirimkan satu operan kunci dan membuat satu assist yang terciptanya gol pertama milik Barcelona yang dijebolkan oleh Philippe Coutinho.
Luis Suarez menjadi penginspirasi kemenangan Los Cules dengan mencetak tiga gol. Sementara satu gol lain dijebolkan oleh Arturo Vidal, yang bermain sebagai pemain pengganti. Gol semata wayang Los Blancos dicetak oleh Marcelo dalam merubah perolehan skor menjadi 2-1 pada awal babak pertama.
Kemenangan ini berhasil membuat Barca kokoh menghuni di posisi puncak klasemen usai meraih 21 poin, berhasil unggul tujuh angka dari Madrid yang ada pada posisi sembilan. El Real semakin menderita sebab cuma menang satu kompetisi pada tujuh kompetisi terakhirnya di semua ajang pertandingan, sebagaimana lima di antaranya mengalami kekalahan.
“Kami yang memperoleh banyak ruang dan mengetahui bagaimana bekerja sama dengan baik. Kami telah membuat kerusakan besar dan kami merasa senang. Seluruh pemain yang ikut bertanding, perform dengan oke,” papar Alba setelah kompetisi berakhir.
“Dengan berhasil kalahkan Real Madrid rasanya nyaris semacam menang di ajang Liga Champions. Kami memang menderita usai start babak kedua, pada saat mereka mungkin saja menyamakan perolehan skor.”
Ini yang menjadi kali ketiganya Barcelona menyarangkan minimal lima gol ke gawang Madrid. Sebelumnya, Barcelona pernah membantai Madrid 3-6 pada pertandingan bulan Mei 2009 dan 5-0 di bulan November satu tahun selanjutnya.

Gaya Penalti Pogba Menjadi Sorotan

Eksekusi penalti yang dilakukan oleh Paul Pogba ketika jalani kompetisi kontra Everton gagal walau hingga akhirnya bola muntah dikonversi berbuah gol. Gaya Pogba ketika menendang penalti pun menjadi sorotan.
Manchester United berhasil meraih kemenangan dengan perolehan skor 2-1 ketika menjalani kompetisi kontra Everton pada minggu ke-10 Liga Inggris. Pada kompetisi yang dilangsungkan di Old Trafford, pada hari Minggu (28/10/2018) malam WIB, perolehan gol Manchester United dijebolkan oleh pemain Pogba dan Anthony Martial.
Gol Pogba pada menit ke-27 bermula dari sebuah eksekusi penalti. Sepakan Pogba yang pada mulanya ditepis oleh Jordan Pickford, akan tetapi bola muntah langsung dimanfaatkan oleh sang gelandang Prancis tersebut.
Gaya Pogba pada saat mengeksekusi penalti pun disorot. Dirinya tampak cukup lama dalam mengambil ancang-ancang. BBC mencatat terdapat sebanyak 26 langkah yang dilakukan Pogba selama lari-lari kecil sebelum akhirnya dirinya melakukan sentuhan akhir pada bola.
Ini menjadi kedua kalinya eksekusi penalti Pogba gagal pada musim ini. Di kompetisi kontra Burnley, sepakan penalti Pogba digagalkan oleh Joe Hart. Pada kompetisi itu, Pogba mengambil 18 langkah ketika melakukan lari-lari kecilnya pada saat ancang-ancang menjebolkan bola ke gawang.
“Saya merasa sangat beruntung. Yang terpenting ialah bolanya dapat bersarang ke gawang dan saya menorehkan gol, oke bagi kami dan saya sendiri. Berikutnya kami terus melaju dan memiliki kesempatan lain, yang terpenting ialah dapat meraih kemenangan,” papar Pogba.
“Saya kerap mencoba dalam membuat sang penjaga gawang goyah. Mungkin mereka mengetahui bagaimana saya mengeksekusi sebuah penalti. Mungkin saya mesti berlatih dalam merubahnya, jika sang kiper mengetahui langkah saya,” imbuhnya.
Pelatih MU, Jose Mourinho, mengapresiasi tentang keberanian Pogba dalam mengeksekusi penalti. Akan tetapi Mourinho juga tidak menyangkal jika Pogba butuh untuk memperbaiki gaya penaltinya.
“Kiper mengetahui gaya ancang-ancangnya, mereka tak bergerak dan menunggu hingga detik terakhir dirinya membuat keputusannya. Maka dirinya mesti belajar dari itu,” kata Mourinho.
“Namun bagi saya yang paling penting ialah dirinya ingin mencoba lagi. Mungkin dirinya mesti merubah pendekatannya, namun saya tak mau dirinya merubah pendekatan mentalnya.”
“Penjaga gawangnya juga oke dalam menggagalkan penalti, maka berikan kredit kepadanya. Dirinya memperlihatkannya di ajang Piala Dunia,” imbuh Mourinho.

Real Madrid Jalani El Clasico Dengan Laju Buruk

Real Madrid berangkat ke El Clasico melawan Barcelona dengan laju tidak oke. Manajer Madrid Julen Lopetegui memberikan penegasan jika para pemainnya masih dapat mempercayainya.
Madrid yang belum meraih kemenangan pada empat kompetisi terakhir ajang Liga Spanyol menjelang El Clasico yang digelar di Camp Nou, pada hari Minggu (28/10/2018) malam WIB. Los Blancos yang hanya satu kali seri dan mengalami tiga kekalahan.
Dengan seri kacamata 0-0 di derby melawan Atletico Madrid, Madrid mengalami kekalahan telak dengan perolehan skor 0-3 melawan Sevilla, kemudian kalah 0-1 kontra Alaves dan 1-2 atas Levante di periode itu. Perolehan hasil tersebut pun membuat juara Liga Champions pada tiga musim terakhir ini tertinggal di klasemen.
Madrid sekarang ini tengah berada pada peringkat kedelapan dengan mengantongi sebanyak 14 poin dari sembilan kompetisi yang telah dilakoni, yang berselisih empat poin dari Barcelona yang ada di peringkat kedua. Barcelona yang menatap kesempatan mencapai peringkat puncak lagi, yang dapat diwujudkan dengan memperoleh kemenangan di El Clasico ini.
Perolehan hasil buruk akhir-akhir ini menyebabkan Madrid telah digoyang isu pemecatan sang manajer tim. Lopetegui yang baru saja menjadi manajer tim di awal musim ini dirumorkan bakal dipecat, dengan El Clasico yang menjadi penentunya.
Akan tetapi, Lopetegui mengatakan jika masih memperoleh kepercayaan full, terutama dari para pemain. Dirinya yakin ini telah menjadi bahan bakar yang cukup oke untuk El Clasico.
“Mereka yang masih memberikan kepercayaan dan mempercayai dirinya, serta saya yakin dengan kemampuan mereka,” ujar Lopetegui.
“Dan hal tersebut memperlihatkan jika kami bekerja dengan oke dan bekerja keras, dan juga memiliki motivasi dalam memuaskan para pendukung kami. Kami menuju kompetisi ini dengan berbekal ambisi maksimal,” tegas eks manajer Timnas Spanyol ini.

Indonesia Kalah Dari Jepang di Perempatfinal Piala Asia U-19 2018

Indonesia mengalami kekalahan kontra Jepang pada babak perempatfinal Piala Asia U-19 2018. Dengan mengalami kekalahan 0-2, Garuda Muda terhenti dalam laju menuju Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Polandia pada tahun depan.
Pada kompetisi yang dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, pada hari Minggu (28/10/2018), Jepang berhasil meraih keunggulan satu gol pada babak pertama. Shunki Higashi yang merupakan pemain yang menjebolkan bola pertama pada menit ke-40.
Pada kompetisi babak kedua digelar dengan guyuran hujan deras. Indonesia memiliki kesempatan pada menit ke-51. Sepakan yang dilakukan pemain Muhammad Luthi Kamal Baharsyah pada posisi luar kotak penalti melambung jauh dari sasaran.
Muhamad Riyandi membuat penyelamatan pada menit ke-57, umpan sepakan bebas dari pemain Jepang Koki Saito dapat dikuasai oleh Hashioka Daiki. Sepakan dari pemain nomor punggung 4 tersebut dari jarak dekat dapat dihalau oleh Riyandi.
Tembakan Saddil Ramdani pada menit ke-62 sangat berbahaya, umpan tariknya yang dilakukan dari sisi sayap kanan dapat dihalau oleh Hiroki Ito sampai tidak berbahaya bagi gawang Jepang.
Witan Sulaeman yang membuang peluang umpan Saddil pada menit ke-65. Hanya cuma menghadapi penjaga gawang Jepang, Tani Kosei, sentuhan terakhir dari Witan masih lemah.
Indonesia memperoleh peluang emas dari sepakan bebas pada menit ke-65. Asnawi Mangkualam Bahar ditabrak oleh Yuki Kobayashi di muka kotak penalti. Eksekusi Saddil masih dapat dihalau Tani.
Jepang yang menggandakan keunggulan pada menit ke-70. Takefusa Kubo dapat melewati pertahanan Indoensia pada posisi sayap kiri. Dia yang memberikan umpan yang diakhiri oleh Taisei Miyashiro.
Indra Sjafri akhirnya memainkan Todd Rivaldo Ferre pada menit ke-74. Kadek Raditya Meheswara yang menjadi pemain pengganti.
Kyosuke Tagawa tak berhasil memanfaatkan kesempatan emas pada menit ke-80. Umpan yang dilakukan oleh Kubo gagal diakhiri dari jarak dekat. Sepakan Koki Saito beberapa saat setelahnya, masih menyamping.
Indonesia yang berhasil kembali memperoleh kesempatan dari sepakan bebas pada menit ke-88. Sepakan bebas Saddil gagal melalui pagar hidup.
Pada sisa kompetisi tak terciptanya gol tambahan, Indonesia yang tak berhasil menuju ke Piala Dunia U-20 2019.

Babak Pertama Chelsea Unggul Daei Burnley

Chelsea berhasil memimpin dengan skor 1-0 dari Burnley di kompetisi babak pertama pertandingan yang digelar di Turf Moor, pada hari Minggu (28/10/2018) malam WIB. Gol yang disarangkan oleh pemain Alvaro Morata berhasil membuat The Blues memimpin.
Jalannya Pertandingan
Setelah kick-off, Burnley perform dengan mengesankan dengan menekan tim Chelsea. Tembakan Robbie Brady masih menyentuh Antonio Ruediger, sedangkan usaha yang dilakukan oleh Johann Gudmundsson dalam mengirim umpan dari bola mati digagalkan oleh David Luiz.
Chelsea yang membalasnya dengan mengancam pada menit ke-12. Usai menciptakan sejumlah umpan, Ross Barkley berhasil mendominasi bola dan membawa bola ke dalam kotak penalti yang membentur kepala Alvaro Morata. Joe Hart menghalau bola ke atas gawang.
Dari sebuah percobaan yang dilakukan oleh Brady pada menit ke-17 masih melebar dari gawang tim rival. Sedangkan sepakan dari pemain Willian dapat dihalau oleh Hart dengan relatif gampang.
Willian hampir membawa Chelsea meraih keunggulan pada menit ke-21. Umpan terobosan yang dilakukan oleh Morata berhasil membebaskan Willian pada posisi kiri dan hanya berhadapan dengan sang penjaga gawang. Tembakannya berhasil menaklukkan Hart, namun bola justru membentur tiang gawang.
Selang satu menit, Chelsea sungguh-sungguh meraih keunggulan. Umpan oke yang dilakukan oleh N’Golo Kante diarahkan oleh Barkley ke arah Morata. Morata mengakhirinya dengan tendangan mendatar dalam menaklukkan Hart.
Sebuah kesempatan dari Morata pada menit ke-38 tak berhasil diakhiri menjadi gol. Sepakannya melanjutkan umpan Jorginho hanya saja melebar.
Kesempatan bagus lainnya bagi Morata pada menit ke-41. Umpan terobosan yang dilakukan oleh Jorginho diterima Morata pada sisi dalam kotak penalti dan hanya berhadapan dengan Hart. Kali ini tembakannya digagalkan oleh eks kiper Timnas Inggris tersebut. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan bagi Chelsea.

Sarri Maklumi Olivier Giroud Yang Masih Belum Cetak Gol

Olivier Giroud masih belum berhasil memberikan satu golpun untuk klub Chelsea pada musim ini, akan tetapi pelatih Maurizio Sarri masih memaklumi dirinya. Kenapa bisa terjadi?
Giroud yang perform pada sepuluh kompetisi di semua ajang pertandingan pada musim ini. Pada lima dari enam kompetisi terakhir, Giroud perform sebagai starter. Namun, dirinya masih belum berhasil menjebolkan gol satupun untuk Chelsea.
Kondisi tersebut tidak membuat Sarri merasa risau. Lebihnya lagi, kalau melihat kontribusi Giroud dalam membuka kesempatan untuk pemain lain dalam menjebolkan gol. Disepanjang musim ini, Giroud sudah menorehkan sebanyak empat assist.
“Yang sebagaimana satu bulan yang lalu, kami merasa prihatin dengan fakta dari para gelandang yang tak menyarangkan bola ke dalam gawang tim rival. Dan sekarang ini pada tiga kompetisi terakhir, Ross Barkley menjebolkan dua gol dan Ruben Loftus-Cheek sebanyak tiga gol,” papar Sarri.
“Maka, saya rasa kalau kami dapat terus mempertahankan permainan ini dalam sebulan, para penyerang pun bakal sanggup menjebolkan gol,” papar Sarri.
“Anda mengetahui jika karakteristik Giroud, yang sebagaimana Giroud tak terbiasa mencetak banyak gol pada semusim. Namun, dirinya sangat berguna bagi tim, bagi para rekan setimnya. Maka, Giroud bukan sebuah masalah bagi kami,” tegas Sarri.
Dalam jangka waktu dekat, Chelsea dijadwalkan akan menjalani kompetisi ke kendang Burnley. Kompetisi terseubt bakal dilangsungkan pada hari Minggu (28/10).

Pilihan Akhir Mauricio Pochettino Untuk Tetap Bertahan

Mauricio Pochettino memiliki dua kemungkinan, yakni pilihan untuk hengkang ke klub Real Madrid ataupun tetap menetap di Tottenham Hotspur dan merasakan stadion barunya. Pilihan mana yang akan menjadi pilihannya?
Pochettino yang terdaftar ke dalam list bursa manajer yang diincar oleh Madrid, dalam menjadi pemain pengganti Julen Lopetegui. Pelatih berkebangsaan Argentina tersebut kabarnya juga menjadi target Los Blancos, selain Antonio Conte.
Perjanjian kontrak Pochettino dengan Tottenham sebenarnya baru bakal berakhir di tahun 2023. Akan tetapi tawaran untuk menjadi pelatih Madrid bisa saja membuat pendiriannya menjadi goyah.
Dengan menanggapi isu itu, Pochettino menyangkalnya. Dirinya mengungkapkan jika lebih tertarik untuk mencicipi stadion baru Tottenham, yang sampai saat ini masih belum dapat digunakan, alih-alih menuju ke Santiago Bernabeu. Atau dengan kata lain, dirinya memilih untuk tetap bertahan.
Pada saat kami pindah, saya memiliki harapan untuk hengkang ke sana. Cuma Daniel Levy yang merupakan sang pemilik klub yang dapat mengatakan klub bakal pindah, namun anda takkan setuju,” ujar Pochettino.
Yang selanjutnya, Pochettino mengatakan tak mengetahui mengenai masalah isu dirinya yang diminati Madrid. Dirinya berkelakar sebab dirinya tidak memiliki media sosial.
“Saya tak memiliki sejumlah akun media sosial, semacam Twitter, Instagram, Facebook, semuanya saya tak punya, saya tak mendapatkan informasi apapun. Hal tersebutlah yang menjadi kenapa kepala saya, wajah saya, tampak lebih muda dari yang semestinya,” paparnya.
“Hal semacam ini sudah biasa terjadi di dunia sepakbola. Anda tak dapat merubah apapun. Ini sudah sangat normal di dunia sepakbola,” jelas Pochettino, yang sebagaimana bakal memimpin Tottenham Hotspur dalam melawan Manchester City di kompetisi yang digelar di Wembley, Selasa (30/10/2018) dini hari WIB.